Pendidikan Anak Meliputi IQ, EQ, SQ, sekarang muncul AQ

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Berita Goal Indonesia – Pendidikan anak sejak dini memang sangat diperlukan untuk semua orang, jangan manjakan mereka dengan semua keinginan mereka. Ajarilah mereka untuk mendapatkan semua masalah yang mereka hadapi baik itu masalah dengan teman-temannya diluar rumah maupun dengan saudara-saudari ataupun orang tua dalam rumah.

Kita sendiri sebagai orang tua tidak akan pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nantinya. Maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, sebaiknya kita bimbing anak dan hanya mengawasi bagaimana anak tersebut berkembang.

Pendidikan Anak Dan Peranan Orang Tua

Jangan memainkan semua peran wahai orang tua,

  1. Ibu
    • Ya jadi Ibu
    • Ya jadi koki
    • Ya jadi tukang cuci
  2. Ayah
    • Ya jadi Ayah
    • Ya jadi Supir
    • Ya jadi tukang ledeng

Jangan terlalu was-was ataupun terlalu memberikan perhatian yang berlebih

  1. Anda bukan anggota tim SAR!
  2. Anak anda tidak dalam keadaan bahaya
  3. Tidak ada sinyal S.O.S!
  4. Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

Beberapa contoh sepele yang mungkin kebanyakan dari kita selaku Orang Tua

  1. Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”
  2. Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”
  3. Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”
  4. Kecipratan sedikit minyak, “Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Wahai Orang Tua, yang sungguh benar-benar menyayangi anaknya. Berikan mereka peluang untuk belajar, apabila Anda menggantikan semua peranan pengganti, itu sama saja dengan peran pengganti dalam film. Kapan anaknya bisa? Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan Anak-Anak Kesempatan Untuk Menemukan Solusi Mereka Sendiri

Keterampilan/Skill yang wajib dimiliki oleh seorang anak

  1. Kemampuan menangani stress
  2. Menyelesaikan masalah
  3. Mencari solusi

Tiga keterampilan ini merupakan skill yang harus dilatih untuk bisa terampil, Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim Abrakadabra! Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Keterampilan ini pun bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tetapi juga dapat lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak dimasa mendatang.

Baca juga : Inilah Yang Harus Anda Ketahui Tentang Asian Games 2018

Memang masalah ini untuk jangka pendek terlihatnya tampak sepele sekarang… Apalagi untuk orang tua yang benar-benar memanjakannya dengan sedikit-sedikit memenuhi kebutuhannya secara apa yang dia minta langsung dipenuhi. Pastinya semua orang tua menjawab dengan sepelenya “Sekarang secara apalah salahnya kita bantu anak?”.

Tapi jika Anda selaku orang tua segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu. Sedikit contohnya :

  • Sakit sedikit, mengeluh
  • Berantem sedikit, minta cerai
  • Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya. AQ? Apa itu AQ? AQ yang berarti ADVERSITY QUOTIENT.

Pendidikan Anak Melalui ADVERSITY QUOTIENT (AQ)

Sebuah adversity quotient (AQ) merupakan skor yang dapat mengukur keterampilan seseorang agar dapat menghadapi sebuah kesulitan yang melanda dalam hidupnya. Oleh sebab itu, biasanya dikenal juga sebagai ilmu ketahanan. Istilah ini diciptakan oleh Paul Stoltz pada tahun 1997 dalam bukunya Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Untuk mengkuantifikasi adversity quotient, Stoltz mengembangkan metode penilaian yang disebut Adversity Response Profile (ARP).

AQ adalah salah satu indikator kemungkinan keberhasilan seseorang dalam kehidupan dan juga terutama berguna untuk memprediksi sikap, tekanan mental, ketekunan, umur panjang, belajar, dan respons terhadap perubahan lingkungan.

Baca juga : Motto Dari Susi Pudjiastuti Untuk Asian Games

Bukankah kecerdasan AQ ini lebih penting daripada IQ? Untuk menghadapi masalah sehari-hari AQ dapat membantu dengan sangat baik pada kehidupan mendatang untuk seorang anak. Jadi pendidikan yang orang tua ajarkan dengan melatihnya sedari awal akan sangat berguna buat masa depan anak.

Perasaan mampu melewati ujian itu sungguh luar biasa nikmatnya. Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa bisa mengatasinya. Kita hanya meminta tolong apabila ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak Anda melewati kesulitan hidup… Agar mereka bisa berkembang dan bisa mandiri tanpa cuma hanya bisa meminta-minta bantuan, anak akan meminta bantuan jika mereka benar-benar memerlukannya. Biarkanlah mereka belajar jangan Anda kuatir karenanya.

  • Tidak masalah anak mengalami sedikit luka
  • sedikit menangis
  • sedikit kecewa
  • sedikit telat
  • dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati Anda selaku Orang Tua untuk memberikan bantuan. Ajari mereka menangani masalahnya seperti frustrasi. Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

“Bisa-bisa Anak Anda ikut MATI (Pikirkanlah baik-baik Wahai Orang Tua)”

Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih. Apalagi menjadi Orang Tua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai Orang Tua.

Pendidikan anak memanglah harus dimulai sedari awal. Tapi sadarilah selalu hidup tidaklah mudah, masalah akan selalu ada dan mereka harus bisa bertahan melewati hujan, badai, dan kesulitan yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat Berjuang Untuk Mencetak Pribadi Yang Kokoh Dan Mandiri

 

“Penyedia Jasa Goal Recommended”

Serba-Serbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *