Catatan Kelam Sepak Bola Indonesia : Aksi Bobotoh Berujung Duka

Liga Indonesia – Catatan kelam sepak bola Indonesia semakin bertambah. Satu orang suporter dari The Jakmania tewas dikeroyok sebelum laga antara Perib Bandung vs Persija Jakarta bergulir.

Persib berhasil mengalahkan Persija 3-2 di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018) malam WIB. Kemenangan Maung Bandung itu tercoreng oleh tindakan anatrkis dari Bobotoh.

Sebelum laga dimulai, Bobotoh melakukan pengeroyokan ke seorang The Jakmania di sekitar area stadion. Aksi direkam oleh seseorang dan akhirnya viral di media sosial. Akibat tindakan itu, seorang pria bertubuh gempal (diketahui bernama Haringga Sirila) tewas di tempat dalam keadaan bersimbah darah setelah dikeroyok oleh oknum pendukung Persib Bandung di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Tindakan Penegak Hukum Atas Kejadian Bertambahnya Catatan Kelam Sepak Bola Indonesia

“Memang benar ada kejadian pengeroyokan di luar stadion, di lapangan parkir. Korban lalu dibawa ke rumah sakit, katanya meninggal,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema. Kejadian ini menambah catatan kelam sepak bola Indonesia. Setidaknya sebelum kejadian ini sudah ada 57 suporter tewas, yang sebagian besar karena rivalitas antar kelompok suporter.

Kapolrestabes Bandung Kombes, Irman Sugema, belum bisa memastikan pemicu insiden tersebut. Saat ini para anggotanya sedang melakukan penyelidikan. “Kasatreskrim kami sedang mendalami, saya belum dapat laporan lengkap terkait ini,” ujar Irman usai pertandingan Persib melawan Persija.

Irman memastikan saat ini anggotanya yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana masih terus melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang terjadi di luar stadion itu.

Saat ini, kata Irman, anggota telah mengamankan sejumlah orang yang mengetahui pengeroyokan tersebut. “Sudah beberapa orang kita amankan. Kita mintai keterangan, sedang kita lakukan pemeriksaan intensif beberapa saksi agar diketahui motifnya. Mudah-mudahan pelaku segera kita tangkap,” ujar Irman.

Direktur Utama Pesija Kecewa Berat Akibat Bertambahnya Catatan Kelam Sepak Bola Indonesia

Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, kecewa berat atas bertambahnya catatan kelam sepak bola Indonesia, terlebih lagi karena melibatkan suporter dari keluarga Persija. Gede sangat geram dengan kejadian itu. Dia bahkan kecewa karena The Jakmania yang ketahuan datang ke stadion tidak dilindungi.

Gede menjelaskan bahwa pada putaran pertama saat Persija menjamu Persib di Stadion PTIK, Jakarta, pihaknya mampu melindungi Bobotoh. “Ya, dia (suporter yang meninggal) adalah keluarga Persija, dia orang Jakarta. Saya sangat kecewa ada kejadian ini. Waktu Persib main di PTIK, satu orang Bobotoh berhasil kami amankan dan kami pulangkan dalam keadaan selamat,” kata Gede lewat sambungan telepon.

“Kenapa giliran kami, kok, malah begini. Ini sudah jelas panpel (Panitia Penyelenggara) tidak layak mengurus pertandingan,” tambahnya. Sekretaris Jenderal Jakmania, Diky Budy Ramadhan, juga membenarkan bahwa korban tewas yang dikeroyok di GBLA adalah pihak dari Jakmania. Pihaknya kini sedang bertugas untuk mengurus jenazah.

“Betul itu anggota The Jakmania. Kami akan mengurus jenazahnya dahulu sampai dimakamkan, baru akan ada pernyataan resmi. Kami tak tahu almarhum jalan sama siapa. Yang jelas kami sudah menerima laporan dari pihak kepolisian,” ungkap Diky.

Jasa Bola Sportsbook

Serba-Serbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *