Man of The Match, Hannes Halldorsson

BeritaGoalIndonesia.com – Setelah Cristiano Ronaldo, kini giliran Lionel Messi. Dua pemain terbaik dunia saat ini sudah dibuat frustrasi kiper Islandia, Hannes Halldorsson.

Halldorsson cuma pemain klub Liga Denmark, Randers FC, yang bukanlah tim papan atas di negara itu. Layaknya kebanyakan pemain Islandia lainnya, Halldorsson juga punya pekerjaan sampingan. Dia merupakan sutradara film.

Halldorsson banyak memproduksi film dokumenter soal negara Islandia dan bahkan pernah masuk kontes Eurovision tahun 2012. Kariernya sebagai sutradara harus ditinggalkan sementara ketika dia meninggalkan Islandia untuk main di Liga Norwegia bersama Brann.

Karier Halldorsson memang tak banyak terdengar mengingat dia bukan sosok kiper terkenal dan ada di lapisan ketiga atau keempat kasta pemain di Eropa. Tapi, namanya lantas menjulang saat Islandia tampil hebat di Piala Eropa 2016 lalu.

Halldorsson mencuri panggung ketika Islandia berhasil mengimbangi Portugal 1-1 di laga pembuka grup. Halldorsson saat itu membuat frustrasi Ronaldo yang tak mampu mencetak gol meski berhasil melepaskan sepuluh tembakan.

Saking frustrasinya, Ronaldo bahkan tidak mau bersalaman dengan para pemain Islandia yang disebutnya tim lemah. Islandia pun lantas melaju dari fase grup, menyingkirkan Inggris di 16 besar sebelum dihentikan Prancis.

Islandia pun lantas menjadi pujaan baru publik sepakbola dunia hingga perjalanan hebat di Piala Eropa itu dilanjutkan dengan kelolosan pertama kalinya ke Piala Dunia tahun ini. Islandia coba menuliskan cerita hebat lagi meski harus segrup dengan favorit juara Argentina.

Menghadapi Argentina di laga pembuka Grup D, Sabtu (16/6/2018) sore WIB, Islandia kembali tampil spartan. Meski sempat tertinggal lebih dulu karena gol Sergio Aguero, Islandia mampu membalas lewat gol Alfred Finnbogasson.

Islandia bahkan membuat frustrasi Argentina sepanjang pertandingan termasuk saat Halldorsson menepis penalti Messi di pertengahan babak kedua. Halldorsson mampu menebak arah penalti kapten Tim Tango itu dan membuat si pemain lesu bukan main.

“Bak mimpi yang jadi kenyataan usai menyelamatkan penalti itu, terlebih itu membantu kami mendapatkan poin yang sangat penting untuk usaha kami lolos dari grup,” ujar Halldorsson dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Saya banyak belajar, menonton penalti-penalti Messi. Saya pun coba melihat lagi beberapa penalti yang pernah saya hadapi dan bagaimana dia menebak arah gerak saya. Saya punya feeling bisa menepisnya,” sambungnya.

Feeling Halldorsson pun tepat dan Messi pun harus meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Kiper 34 tahun itu lantas dinobatkan sebagai man of the match.

Piala Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *