Dampaknya Bagi Timnas Jerman Usai Mesut Ozil Hengkang

Berita Goal Indonesia – Bermula dari pertengahan Mei lalu. Dengan melebarkan jersey arsenal yang bertulisan nama sendiri, Mesut Ozil berpose dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang sedang melakukan kunjungan ke Inggris dalam rangka bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Pemain sepakbola yang hadir dalam kunjungan Presiden Turki bukan hanya Ozil, namun pemain lain yang berdarah Turki juga turut hadir menemui Erdogan, mereka adalah Ilkay Gundogan (Manchester City) dan Cenk Tosun (Everton). Dan mereka sama-sama berpose dengan Presiden Turki. Beda dengan Gundogan yang menuliskan kalimat “Untuk presiden saya, dengan penuh hormat” di jersey Manchester City yang ia bentangkan saat pose bersama.

Tersebarnya foto ketiga pemain di media sosial, banyak kritikan yang bermunculan, namun tertuju pada Mesut Ozil dan Gundogan yang berkewarganegaraan Jerman. Yang berakibatnya adalah karna Hubungan Jerman dan Turki yang sedang tidak baik. terutama kepada Erdogan. Ia dianggap oleh sebagian pihak sebagai sebuah ancaman bagi negara.

Salah seorang yang menyebut demikian adalah Dietrich Grindel, Presiden PSSI-nya Jerman (DFB) yang juga seorang politisi Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU). Ia mengatakan, “Tentu DFB menghargai situasi istimewa para pemain dengan latar belakang migran. Tapi, sepakbola dan DFB menganut nilai-nilai yang tidak dihormati Erdogan. Tidak baik para pemain kami membiarkan diri mereka dimanfaatkan untuk tujuan kampanyenya (Erdogan memang tengah melakukan kampanye untuk pemilu 24 Juni 2018).”

Situasi semakin memanas dengan ambruknya penampilan jerman di Piala Dunia 2018. Didalam tiga laga dibabak grup, team mereka hanya dapat meraih satu kemenangan hingga gagal lolos ke babak perdelapan final. Mereka mendapatkan posisi terbawah, di bawah Korea Selatan, Meksiko serta Swedia.

Ozil sendiri merupakan salah satunya penampil terburuk Jerman waktu itu hingga ia kerap dikatakan sebagai salah satunya pemicu kacaunya tampilan team. Akan tetapi, yang jadi permasalahan merupakan kritikan yang menerpa Ozil sesudah Piala Dunia itu begitu jarang menyangkut performnya di lapangan. Alih-alih, pertemuan dianya –juga Gundogan— dengan Erdogan lantas (bahkan beritanya status sang pemain menjadi Turki ikut diungkit), yang malah kerap jadikan menjadi kambing hitam. Media-media nasional Jerman serta terpenting beberapa fans memberikan masukan bernada sama.

Tidak terima anaknya mendapatkan kritikan miring, Mustafa Ozil, menyarankan anaknya untuk pensiun dari sepakbola internasional.Ia menyebutkan jika posisinya sekarang ini begitu rawan disalahgunakan. “Jika saya ada dalam posisinya, saya akan menyampaikan, ‘terima kasih, ini telah cukup’. Dia tengah ambruk, sedih, serta terlukai. Beberapa fans mengolok-ngoloknya bahkan juga sebelum Piala Dunia di pertandingan uji-coba melawan Austria serta dia sendiri tidak tahu kenapa itu berlangsung, ” tuturnya.

” Saya adalah pemain sepakbola, bukan seorang politikus dan pertemuan kami dengan presiden Turki bukan membahas politik. Namun yang kami bahas masih seputaran sepakbola karena masa muda beliau juga seorang pemain sepakbola,” ucap Ozil.

Dengan berat hati serta banyak pertimbangan atas peristiwa akhir-akhir ini, saya tidak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional pada saat saya rasakan rasisme serta sikap tidak hormat. ”

DAMPAKNYA BAGI TIMNAS JERMAN USAI MESUT OZIL HENGKANG

“Ini merupakan berita baik buat timnas. Dia sudah menghilang sepanjang bertahun-tahun, ” demikian kata Uli Hoeness masalah berita pensiunnya Ozil.

Perkataan legenda Jerman itu pasti sangat kontroversial di dalam kondisi dimana beberapa orang yang saat ini mulai memberi support pada Ozil. Terlebih Hoeness mengikuti ucapannya dengan rentetan kalimat pedas semacam “Setiap kali kami (Bayern) bermain melawan Arsenal, kami konsentrasi padanya, karena kami ketahui dia merupakan titik lemah, ” atau “Dia bersembunyi dengan baik di belakang permasalahan mengenai Erdogan, jadi tidak ada yang dapat menanyakan kepadanya dari bagian olahraga”.

Akan tetapi, itu ada benarnya juga. Lepas dari permasalahan masalah photo dengan Erdogan, Ozil sudah jadi hantu sepanjang bertahun-tahun. Performnya tidak sebagus dahulu. Larinya tidak lagi kencang serta intensitas penciptaan peluangnya mulai menyusut. Piala Dunia 2018, bahkan juga Euro 2016, jadi bukti klaim itu.

Saat di laga perdana Piala Dunia saja, Ozil ditempatkan sebagai gelandang serang yang lebih baik melakukan backpass atau sekadar men-delay permainan ketimbang merespons pergerakan penyerang dengan umpan yang biasa ia peragakan. Dirinya juga sudah terlihat malas dalam mem-pressing lawan atau mencari ruang di kotak penalti yang saat itu Timo Werner bergerak ke sisi sayap.

Dari keseluruhan, Whoscored hanya memberinya nilai 6.93, salah satu yang terendah di antara pemain Jerman kala itu.

Semenjak sebelum Piala Dunia 2018 diselenggarakan, dipanggilanya Mesut Ozil sendiri (juga pemain lainnya seperti Thomas Muller, Manuel Neuer, Sami Khedira) sebenarnya telah jadi pertanyaan. Bukan karena masalah Erdogan tentunya, tetapi karena performnya bersama dengan Arsenal dalam dua musim paling akhir yang tidak baik, juga performnya bersama dengan Jerman di beberapa pertandingan uji tanding. Pada titik spesifik bahkan juga pemanggilan ini seperti cuma untuk balas layanan pelatih Joachim Loew pada perolehan di Piala Dunia edisi awal mulanya.

Dengan keputusan Ozil pensiun hari ini, merupakan kabar baik bagi Hoeness karna ini akan memberikan banyak kesempatan ruang bagi para pemain muda jerman untuk berkembang.

Sudah ada nama pemain yang akan mengantikan posisi Ozil di gelandang serang. Misalnya Marius Wolf yang musim lalu tampil apik bersama Eintracht Frankfurt (musim ini akan bermain untuk Borussia Dortmund). Ada pula para pemain seperti Amin Younes hingga Karem Demirbay.

Jerman tidak akan mengalami kesulitan apalagia Ozil hengkang dari klub, karna akan ada perombakan besar dalam tim mereka.

Liga, Liga Jerman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *