Eden Hazard Ingin Dilatih Kembali Oleh Jose Mourinho

BERITA GOAL INDONESIA – CHELSEA – Sepanjang perjalanan kariernya, ​Eden Hazard sudah banyak dilatih oleh pelatih-pelatih berbeda, di Lille (2007-2012) dan ​Chelsea. Semua punya karakteristiknya masing-masing dalam melatih tim, juga dengan metode bermain yang berbeda-beda.

Chelsea kini sedang dilatih oleh Maurizio Sarri. Kendati pun demikian, Eden Hazard masih mengingat baik mantan manajernya di Chelsea pada medio 2013-2015, Jose Mourinho. Jika masih ada kesempatan untuk memilih bermain dengan salah satu manajer di Eropa, Hazard tanpa ragu mengutarakan keinginannya bermain dengan Jose Mourinho kembali.

“Musim terakhir dengan Mourinho tidak begitu menyenangkan lagi. Kami tidak memenangi pertandingan, dan kami menjalani rutinitas (hasil buruk), berlatih tanpa adanya kesenangan dan demi kebaikan untuk semua pihak maka kolaborasi harus berakhir. Jika saya sekarang ditanya mengenai satu pelatih yang membuat saya ingin bekerja lagi dengannya, maka saya akan berkata: Jose Mourinho,” tutur Eden Hazard di ​Goal, Sabtu (13/10).

Baca Juga : Hazard Dihadapkan Dengan Pilihan Chelsea Atau Real Madrid

Di bawah asuhan Jose Mourinho, Eden Hazard meraih satu titel ​Premier League dan League Cup. Ia sedianya senang bekerja dengan manajer yang memiliki julukan The Special One itu. Hanya saja semuanya tidak berjalan baik di musim kedua (2015/16) dengan banyaknya isu negatif soal Chelsea yang berujung pada pemecatan Mourinho.

“Jika hasilnya buruk, dia (Mourinho) mulai mengkritisi para pemainnya – Anda tahu itu, tapi setelahnya saya mampu menerimanya, ini bagian dari karakternya. Jika Anda menang, Mourinho adalah pelatih terbaik yang bisa Anda bayangkan. Kemudian dia menjadi teman Anda – Anda bisa melakukan apapun yang Anda inginkan. Ingin libur sehari? Dia memberikan dua hari,” terang Hazard.

“Jika segalanya berjalan baik, Mourinho akan merasakan sepakbola seperti saya: dengan santai. Bahkan gambaran tentang dirinya sebagai pelatih yang sangat defensif tidak terlalu buruk. Dia jauh dari petualang (memegang filosofi ofensif) seperti (Pep) Guardiola, tapi di saat kami menjadi juara, kami mencetak banyak gol dan memainkan laga-laga dengan hebat. Saya tidak menyesali banyak hal dalam karier, tapi salah satunya adalah saya tak mampu bekerja dengan Mourinho di Chelsea lagi,” pungkasnya.

Jasa Bola Sportsbook Ssport

Liga, Liga Inggris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *