Erick Thohir Bicarakan 3 Masalah Tuan Rumah Asian Games

Erick Thohir selaku Presiden Direktur Club Intermilan dan juga sebagai Ketua pelaksana Asian Games 2018, menyebut 3 masalah bahasan tantangan untuk Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Berita Goal Indonesia –¬†Ketua pelaksana Asian Games 2018(INASGOC), Erick Thohir, membeberkan tiga tantangan berbeda di kota-kota penyebaran venue. Apa saja?

Palembang mendampingi Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Dua kota itu juga didukung oleh Jawa Barat dan Banten.

Erick Thohir menyebut, ada perbedaan tantangan yang dihadapinya pada empat daerah yang kebagian menggelar hajatan olahraga bangsa-bangsa se-Asia empat tahunan itu. Apa saja?

1. Palembang yang Rawan Kebakaran
Ya, memang masing- pemerintah daerah mempunyai kendala masing-masing. Di Palembang, ada kendala kebakaran hutan. Tetapi, kemarin sudah dicek langsung oleh Kapolri, Panglima, dan Gubernur bahwa memang tantangan saat ini di pengujung musim kemarau sedikit gesekan saja bisa menimbulkan (kebakaran).

Baca juga : Luis Milla Sudah Mendaftarkan 20 Pemain untuk Asian Games 2018

Tetapi, Alhamdulillah kemarin mereka sudah turun bersama. Jadi, apa-apa kalau gotong royong itu mudah dilakukan. Nah. itu kemarin sudah dilakukan dan alhamdulillah terkontrol.

Asian Games Stadion

2. Banten Sibuk di Area Bandara
Di Banten, mestinya tidak terlalu. Banten lebih berat saat kedatangan dan kepergian atlet nanti di Bandara Soekarno Hatta.

Area Bandara Asian Games

Baca Juga : 3 Pilar Indonesia U-16 Yang Paling Ditakuti Piala AFF 2018

3. Kemacetan Jakarta

Jakarta memang sangat sulit, yang disulitkan salah satunya, kemacetan karena itu kenapa pemerintah DKI, pemerintah pusat, kami menjadi satu bagian bagaimana mencari solusinya, apa problemnya. Kenapa sih misalnya ada pertanyaan, atlet mesti 30 menit?

Wisma Atlet Asian Games

Kami itu, kembali, tugasnya men-service atlet. (Asian Games 2018 itu) aktornya kan atlet. Kalau dia tidak sehat pasti kami disalahkan, kelamaan di mobil kami disalahkan. Belum lagi pertandingan live. Kan, enggak bisa pertandingan delay lima menit karena atlet baru datang masih keringatan, itu enggak mungkin.

Atlet sendiri ketika sampai di tempat pertandingan mesti pemanasan, macem-macem sebelum pertandingan. Karena, itulah kami membuat inovasi bersama-sama. Ada yang namanya Asian Games Line, di mana nanti Trans Jakarta yang busway dan tol nanti ada line khusus. Itu pun tidak cukup ada pengawalan dan buka tutup tol. Makanya, ada yang namanya ganjil genap.

Baca Juga : Timnas Indonesia U-16 Memastikan Lajunya ke Final Piala AFF 2018 untuk menjamu Thailand

Ganjil genap ini harus diberlakukan, ya mohon maaf, ya kalau saya bilang ini menyulitkan masyarakat dan memang ganjil genap ini sudah dilakukan oleh banyak negara juga. Kami hanya menerapkan memang khususnya Asian Games jadi lebar. Tapi ada impact-nya juga lho. saya dengar penggunaan transportasi umum naik 20 persen. Kan solusi kemacetan itu secara jangka panjang tidak mungkin nambah jalan terus, tetapi menambah public facility.

Asian Games 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *